Sejarah Singkat SMK Negeri 1 Kota Ternate
Kamis, 15 Januari 2015
Posted by Muhammad Rachman Afandi Esa
Pada tahun 1958 ada kata sepakat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Utara untuk mendirikan sebuah sekolah kejuruan dengan pimpinan sekolah di tunjuk bapak Husen Al Hadar, salah seorang pegawai daerah pada Kantor Bupati Kabupaten Maluku Utara, dengan jumlah siswa pada waktu itu sebanyak 23 orang yang terdiri dari 20 orang laki-laki dan 3 orang permpuan. Adapaun tenaga pendidik pada saat itu kebanyakan tenaga honor yang terdiri dari pegawai Kantor Bupati Maluku Utara dan penyerahan tenaga mahasiswa (PMT) dari UGM, dan status sekolah pada saat itu ( bulan Agustus tahun 1958 sampai dengan Agustus 1959) adalah swasta.
Mengingat kondisi daerah pada waktu itu sangat membutuhkan Sekolah Menengah Ekonomi Atas Negeri, maka dengan usaha Pemerintah Daerah Maluku Utara pada waktu itu sehingga pada tanggal 29 Oktober 1959 dengan SK Nomor: 1442/E/E/Kedja, lembaga ini dinegerikan dengan nama SMEA dan memiliki siswa sebanyak 70 orang yang terdiri dari 62 orang laki-laki dan 8 orang perempuan, serta pimpinan sekolahnya masih di jabat oleh Bapak Husen Al hadar. Pengresmian sekolah ini dari swasta ke negeri di resmikan oleh Bapak Yan Wesplat yang pada saat itu menjabat sebagai Walikota Praja Ternate.
SMK Negeri 1 Kota Ternate dahulunya bernama SMEA Negeri Ternate berkedudukan di tengah Kota Ternate Jln. Ki Hajar Dewantoro Takoma Ternate dengan Luas keseluruhan lahan 4.693 meter persegi dan berlantai 3
Sejak saat itu pergantian pimpinan sekolah dapat diurutkan sebagai berikut :
Tahun 1958-1961 dipimpin oleh Bapak Drs. Husen Al Hadar
Tahun 1961-1962 dipimpin oleh Bapak Suharto
Tahun 1962-1963 dipimpin oleh Bapak Suriyana
Tahun 1963-1984 dipimpin oleh Bapak W.M Kakisina
Tahun 1984-1994 dipimpin oleh Bapak Hi. Amin Daud, BA
Tahun 1994-2002 dipimpin oleh A.R Imam, BA
Tahun 2002-2010 dipimpin oleh Dra. Hj. Ratna Umanailo
Tahun 2010-Desember 2011 di pimpin oleh Hi. Abubakar Dero, SSi
Awal Januari 2012 sampai sekarang dipimpin oleh Bapak Bahrudin Marsaoly, S.Pd.
Nama Lengkap :
Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Agama :
Islam
Tempat Lahir :
Yogyakarta, Hindia Belanda (Ngayogyakarta Hadiningrat)
Tanggal Lahir :
Jumat, 12 April 1912
BIOGRAFI
Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalah anak kesembilan dari Sultan Hamengkubuwono VIII dengan istri kelimanya RA Kustilah/KRA Adipati Anum Amangku Negara/Kanjeng Alit.
Ia lahir pada masa pemerintahan Belanda di Ngayogyakarta Hadiningrat (sekarang Yogyakarta) pada 12 April 1912 dengan nama Bendoro Raden Mas Dorodjatun di Ngasem.
Sebagai keturunan langsung dari Sultan, ia diangkat menjadi Raja Kesultanan Yogyakarta ke-9 mulai 18 Maret 1940 sampai menghembuskan nafas terakhirnya di usia 76 tahun pada 2 Oktober 1988 di Amerika.
Saat itu ia diberi gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga.
Di bawah pimpinan Hamengkubuwono IX inilah Yogyakarta banyak mengalami perubahan. Ia sangat berani dan dengan tegas menentang kaum penjajah. Ia bersemangat memperjuangkan nasib rakyat Yogyakarta agar segera meraih otonomi sendiri.
4 tahun waktunya dihabiskan untuk bernegosiasi dengan Dr Lucien Adam selaku Diplomat Senior Belanda. Kemudian, di masa penjajahan Jepang, ia berada paling depan dalam menolak pengiriman romusha yang mengadakan proyek lokal saluran irigasi Selokan Mataram.
Hamengkubuwono IX yang jengah terhadap intimidasi haus akan kemerdekaan. Ia lantas mendorong pemerintah RI agar bisa merdeka dan memberi status Istimewa bagi Yogyakarta. Perjuangannya bersama Paku Alam IX menjadi penguasa lokal pertama yang menggabungkan diri ke Republik Indonesia pun terwujud.
Ia diangkat menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pertama oleh Presiden Soekarno tepat di Hari Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Jabatan itu diembannya hingga akhir hayat, yang dibantu Paku Alam VII selaku Pejabat Gubernur.
Mulai 2 Oktober 1946 sampai 27 Juni 1947, Hamengkubuwono IX dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Negara pada kabinet Sjahrir III. Ia diangkat lagi dalam Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II pada 3 Juli 1947 - 11 November 1947, yang dilanjutkan hingga 28 Januari 1948.
Di masa ini, Jakarta dikuasai Belanda dalam Agresi Militer Belanda I yang dilaksanakan pada 21 Juli 1947 sampai 5 Agustus 1947, Hamengkubuwono IX mengajak Presiden untuk memimpin Indonesia dari Yogyakarta.
Jabatan di Kementerian terus dipercayakan kepadanya. Dari Menteri Pertahanan/Koordinator Keamanan Dalam Negeri pada Kabinet Hatta II (4 Agustus 1949 - 20 Desember 1949) dan Menteri Pertahanan pada masa RIS (20 Desember 1949 - 6 September 1950). Setelah itu dalam Kabinet Natsir (6 September 1950 - 27 April 1951), ia diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri Indonesia menggantikan Abdul Hakim.
Konsentrasi Hamengkubuwono IX tidak hanya pada kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Di bidang pendidikan, Sultan yang pernah mencicipi bangku Frobel School (setara TK) asuhan Juffrouw Willer di Bintaran Kidul, Eerste Europese Lagere School (1925), Hogere Burger School (HBS, setingkat SMP dan SMU) di Semarang dan Bandung (1931), serta Rijkuniversiteit Leiden, jurusan Indologie (ilmu tentang Indonesia) kemudian ekonomi ini juga sangat menaruh perhatian.
Ia juga disebut-sebut sebagai salah satu founding father Universitas Gadjah Mada sejak mulai pendirian Balai Perguruan Tinggi UGM pada 17 Februari 1946 sampai pendirian UGM pada 19 Desember 1949, hingga berubah menjadi Universitiet Negeri Gadjah Mada sampai menjadi Universitas Gadjah Mada di tahun 1954. Atas usahanya, ia dipilih menjadi Ketua Dewan Kurator UGM tahun 1951.
Di bidang olahraga, mantan Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (1956), mantan delegasi Indonesia di PBB urusan pariwisata (1963 dan 1968) ini dipercaya menjadi Ketua Federasi ASEAN GAMES (1958) dan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 1968.
Pengalaman dan kecerdasannya juga dimanfaatkan secara penuh di bidang ekonomi ketika kembali di Kementerian menjadi Menteri/Ketua Badan Pemeriksa Keuangan pada 5 Juli 1959 dan Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi 11 pada Maret 1966.
Jabatan itu kemudian berganti nama pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Ia diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI pertama masa jabatan 25 Juli 1966 - 17 Oktober 1967, yang kemudian digantikan oleg Ali Wardhana.
Hamengkubuwono IX yang juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia dan pernah menjabat sebagai ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1968), dipilih untuk mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden RI ke-2 menggantikan Mohammad Hatta pada 24 Maret 1973 - 23 Maret 1978. Jabatan itu dilanjutkan Adam Malik di periode berikutnya.
Dalam kehidupan pribadinya, Hamengkubuwono IX tercatat pernah 5 kali menikah. Istri pertamanya adalah BRA Pintakapurnama/KRA Pintakapurnama pada tahun 1940. Kemudian RA Siti Kustina/BRA Windyaningrum/KRA Widyaningrum/Ray Adipati Anum, putri R.W. Purwowinoto pada tahun 1943. Ketiga, Raden Gledegan Ranasaputra/KRA Astungkara, putri Raden Lurah Ranasaputra dan Sujira Sutiyati Ymi Salatun di tahun 1948. Keempat, KRA Ciptamurti, dan yang terakhir Norma Musa/KRA Nindakirana, putri Handaru Widarna di tahun 1976. Dari pernikahan itu, Hamengkubuwono IX dikaruniai 15 putra dan 7 putri.
Tepat tanggal 2 Oktober 1988 malam, Gubernur terlama yang menjabat di Indonesia (1945-1988) dan Raja Kesultanan Yogyakarta terlama (1940-1988) ini menghembuskan nafas terakhirnya di George Washington University Medical Center, Amerika.
Jenazahnya lalu dibawa kembali ke tanah air dan dikebumikan di kawasan pemakaman para Sultan Mataram di Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
KARIR
- Kepala dan Gubernur Militer Daerah Istimewa Yogyakarta (1945).
- Menteri Negara pada Kabinet Sjahrir III (2 Oktober 1946 - 27 Juni 1947).
- Menteri Negara pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II (3 Juli 1947 - 11 November 1947 dan 11 November 1947 - 28 Januari 1948).
- Menteri Negara pada Kabinet Hatta I (29 Januari 1948 - 4 Agustus 1949).
- Menteri Pertahanan/Koordinator Keamanan Dalam Negeri pada Kabinet Hatta II (4 Agustus 1949 - 20 Desember 1949).
- Menteri Pertahanan pada masa RIS (20 Desember 1949 - 6 September 1950).
- Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Natsir (6 September 1950 - 27 April 1951).
- Ketua Dewan Kurator Universitas Gajah Mada Yogyakarta (1951).
- Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (1956).
- Ketua Sidang ke 4 ECAFE (Economic Commision for Asia and the Far East) dan Ketua Pertemuan Regional ke 11 Panitia Konsultatif Colombo Plan (1957).
- Ketua Federasi ASEAN Games (1958).
- Menteri/Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (5 Juli 1959).
- Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan PBB tentang Perjalanan dan Pariwisata (1963).
- Menteri Koordinator Pembangunan (21 Februari 1966).
- Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi 11 (Maret 1966).
- Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1968).
- Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia/KONI (1968).
- Ketua Delegasi Indonesia di Konferensi Pasific Area Travel Association (PATA) di California, Amerika Serikat (1968).
- Wakil Presiden Indonesia (25 Maret 1973 - 23 Maret 1978).
Sejarah kepramukaan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Gagasan Baden Powell yang membentuk kepramukaan dengan cepat menyebar ke berbagai negara, termasuk Belanda. Di negara Belanda kepramukaan disebut sebagai Padvinder. Di negara jajahannya, termasuk Indonesia, Belanda mendirikan organisasi Kepramukaan. Di Indonesia dikenal dengan istilah NIPV (Netherland Indische Padvinder Vereniging; Persatuan Pandu-Pandu Belanda). Organisasi ini dikhususkan bagi anak-anak Belanda.
Oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Karenanya kemudian muncul organisasi-organisasi kepramukaan pribumi yang kala itu jumlahnya mencapai lebih dari seratus organisasi. Organisasi itu semisal; JPO (Javananse Padvinders Organizatie); JPP (Jong Java Padvinderij), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvinderij); HW (Hisbul Wathon) dll.
Sejarah terus berlanjut. Melihat maraknya organisasi kepramukaan milik pribumi yang bermunculan, Belanda akhirnya membuat peraturan untuk melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda menggunakan istilah Padvinder. Karena itu kemudian KH. Agus Salim menggunakan istilah "Pandu" dan "Kepanduan".
Sejak tahun 1930 timbul kesadaran dari tokoh-tokoh Indonesia untuk mempersatukan organisasi kepramukaan. Maka terbentuklah KBI (Kepanduan Republik Indonesia). KBI merupakan gabungan dari organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra).
Dan pada tahun 1931 terbentuk PAPI (Persatuan Antar Pandu-Pandu Indonesia), kemudian diubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persatuan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.
Pada waktu pendudukan Jepang, kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA.
Setelah masa kemerdekaan dibentuklah organisasi kepanduan yang bersifat nasional yaitu Pandu Rakyat Indonesia yang dideklarasikan di Solo pada tanggal 28 Desember 1945. Pandu Rakyat Indonesia menjadi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia saat itu.
Namun pada masa leberalisme, kembali bermunculan berbagai organisasi kepanduan seperti; HW, SIAP, Pandu Indonesia, Pandu Kristen, Pandu Ansor, KBI dll yang jumlahnya mencapai seratusan lebih. Sebagian organisasi tersebut terhimpun dalam tiga federasi yaitu; IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia, berdiri tanggal 13 September 1951), POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Putri Indonesia, berdiri tahun 1954) dan PKPI (Persatuan Kepanduan Putri Indonesia).
Pada 1953 IPINDO berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia. Pada tanggal 10-20 Agustus 1955 IPINDO juga berhasil menyelenggarakan Jambore Nasional I di Pasar Minggu Jakarta. Sedangkan POPPINDO dan PKPI pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden Powell (istri Baden Powell) ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia. Pada tahun 1959, PKPI mengadakan perkemahan besar untuk pramuka putri yang disebut “Desa Semanggi” di Ciputat. Pada tahun ini juga IPINDO mengirimkan kontingen ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.
Menyadari kelemahan yang ada, ketiga federasi tersebut akhirnya meleburkan diri menjadi PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia). Namun ternyata Perkindo sendiri kurang solid sehingga coba dimanfaatkan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pionir Muda seperti di negara komunis lainnya.
Mulai tahun 1960-an, berbagai pihak termasuk pemerintah dan MPRS melakukan berbagai upaya untuk melakrukatn penertiban organisasi kepanduan termasuk upaya untuk mendirikan Gerakan Pramuka.
Pada hari Kamis malam tanggal 9 Maret 1961 Presiden mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka.
Presiden juga menunjuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka. Kepres ini menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
Kepres Nomor 238 Tahun 1961 ini ditandatangi oleh Perdana Menteri Ir. Juanda sebagai Pejabat Presiden Karena Presiden RI, Ir. Soekarno saat itu sedang berkunjung ke Jepang.
Pada tanggal 30 Juli 1961, bertempat di Istora Senayan (Sekarang Stadiun Gelora Bung Karno), tokoh-tokoh organisasi kepanduan di Indonesia yang menyatakan dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
![]() |
| Presiden Soekarno menyerahkan panji kepramukaan |
Pada tanggal 14 Agustus 1961, dilakukan Pelantikan Mapinas (Majlis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, dilanjutkan penganugerahan Panji-panji Kepramukaan dan defile Pramuka untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat yang diikuti oleh sekitar 10.000 Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA yang diperingati hingga sekarang.
Mapinas saat itu diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno (Presiden RI) dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh. Sementara Kwarnas, diketuai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.
Sebentar lagi dengung jambore dunia yang ke-22 akan segera berakhir. Dan tepat pada 17 juli 2008, Negara yang berjuluk negara sakura tersebut berhasil memenangkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan even akbar dunia lima tahuan, yakni jambore dunia yang ke-23. Meski masih lama, tapi even ini benar-benar telah di persiapkan jauh-jauh hari.
Pada presentasi yang disampaikan oleh Mari Nakano sebagai Chairperson jamboree management team – Japan 2015, Jambore kali ini membawa tema “WA” atau “a Spirit of Unity” yang di simbolkan dalam huruf kanji. “WA” mempunyai makna harmoni, semangat persatuan, kerjasama, persahabatan, perdamaian, dan juga merangkum budaya Jepang.
23rd world jamboree akan dilaksanakan pada 28 July sampai 8 Agustus 2015 didaerah Kirara-hama, Yamaguchi City. Terletak di bagian barat Pulau
Honshu, Yamaguchi telah aktif dalam perdagangan dengan benua Asia dari zaman kuno, mewakili titik pertemuan budaya Jepang dan budaya asing. Akses ke tempat ini mudah oleh sistem transportasi kecepatan tinggi seperti pesawat terbang dan kereta api peluru Shinkansen.
Honshu, Yamaguchi telah aktif dalam perdagangan dengan benua Asia dari zaman kuno, mewakili titik pertemuan budaya Jepang dan budaya asing. Akses ke tempat ini mudah oleh sistem transportasi kecepatan tinggi seperti pesawat terbang dan kereta api peluru Shinkansen.
Dan sebagai ajang pemanasan menyambut jambore dunia yang ke -23, Jepang akan mengadakan Asia-Pacific Regional Scout Jamboree dan 16th Nippon (National) Jamboree pada tahun 2013. Dan yang lebih heboh lagi, jambore dunia Jepang yang belum terlaksana ini, ternyata jambore dunia yang ke 24 sudah banyak yang antri ingin menjadi tuan rumah. Kita tunggu kabar berikutnya. Dan yang menjadi pertanyaan besar adalah, “kapan Indonesia bisa menjadi tuan rumah jambore dunia?”. Mari kita renungkan :) .
Video presentasi pengenalan Jepang sebagai tuan rumah Jambore Dunia ke -23 oleh Mari Nakano.
Video promosi jambore dunia ke -23 2015 japan
Referensi : scout.org dan 23wsj.jp

Istilah pramuka hanya digunakan di Indonesia sedangkan di dunia pramuka disebut Scout. Gerakan yang juga disebutScouting atau Scout Movement ini bertujuan untuk pengembangan para pemuda secara fisik, mental, dan spiritual. Sejarah pramuka di dunia sendiri dimulai pada 25 Juli 1907 ketika Lord Robert Baden Powell saat itu sebagai Letnan Jendral tentara Inggris untuk pertama kalinya mengadakan perkemahan pramuka di pulau Brown Sea, Inggris selama 8 hari. Selanjutnya pada tahun 1908 Baden Powel menulis buku tentang prinsip dasar kepramukaan “Scouting for Boys” yang artinya pramuka untuk laki-laki.
Pada tahun 1912 dengan babtuan adik perempuan Baden Powell bernama Agnes maka terbentuklah organisasi pramuka untuk perempuan dengan sebutan “Girls Guides“. Organisasi kepramukaan perempuan ini pun dilanutkan oleh istri Baden Powell.
Selanjutnya di tahun 1916 di dirikanlah kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (anak srigala). Pedoman kegiatan yang dilakukan berdasarkan dari sebuah buku yang berjudul “The Jungle Book” karangan Rudyard Kipling.
Pada tahun 1918 Baden Powell kembali membentuk Rover Scout, yaitu organisasi pramuka bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Selang empat tahun kemudian yaitu tahun 1922 Powel menerbitkan buku menerbitkan buku ”Rovering To Succes” buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju kepantai bahagia.
Jambore Dunia
Di tahun 1920 merupakan tahun yang sangat berpengaruh dalam sejarah pramuka dimana untuk pertama kalinya di adakan Jambore di dunia. Selain itu tahun ini juga dibentuk Dewan Internasional pramuka yang beranggotakan 9 orang biro dan biro pusat di London. Biro pramuka putra dunia memiliki lima kantor wilayah yaitu Costa Rica, Mesir, Filipina, Swiss, dan Nigeria. Sedangkan untuk putri memiliki lima kantor pusat sekretariat di London dan biro kantor wilayah di Amerika Latin, Arab, Asia Pasifik, dan Eropa.
Jambore Dunia ke-I di laksanakan di Olympia Hall, London. Dalam kegiatan tersebut diundang pula peserta dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World ).
Pelaksanaan Jambore dunia selanjutnya:
No.
|
Ke
|
Tahun
|
Negara
|
1.
|
I
|
1920
|
Inggris
|
2.
|
II
|
1924
|
Denmark
|
3.
|
III
|
1929
|
Inggris
|
4.
|
IV
|
1933
|
Hungaria
|
5.
|
V
|
1937
|
Belanda
|
6.
|
VI
|
1947
|
Perancis
|
7.
|
VII
|
1951
|
Austria
|
8.
|
VIII
|
1955
|
Kanada
|
9.
|
IX
|
1957
|
Inggris
|
10.
|
X
|
1959
|
Pilipina
|
11.
|
XI
|
1963
|
Yunani
|
12.
|
XII
|
1967
|
Amerika Serikat
|
13.
|
XIII
|
1971
|
Jepang
|
14.
|
XIV
|
1975
|
Norwegia
|
15.
|
XV
|
1979
|
Iran (dibatalkan)
|
16.
|
XVI
|
1983
|
Kanada
|
17.
|
XVII
|
1986
|
Australia
|
18.
|
XVIII
|
1991
|
Korea Selatan
|
19.
|
XIX
|
1995
|
Belanda
|
20.
|
XX
|
1999
|
Chili
|
21.
|
XXI
|
2003
|
Tahiland
|
22.
|
XXII
|
2009
|
Inggris
|
Jambore Pramuka Dunia ke-23 (第23回世界スカウトジャンボリー dai-nijūsan-kai sekai sukauto jamborii?) akan berlangsung di Kirara-hama, Yamaguchi, Jepang pada tahun 2015. Bertema 和 Wa: A Spirit of Unity. Huruf kanji 和, yang berarti harmoni, kesatuan atau kebersamaan, juga merupakan bagian dari tema. Wa juga merupakan nama awal untuk Jepang .
Jepang dan Singapura menawarkan untuk menjadi tuan rumah. Acara ini bertepatan dengan peringatan 70 tahun bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Amerika Serikat, yang ditulis dalam situs Jambore. Peringatan ini akan dilaksanakan.
Tempat Jambore berada di tanah datar dengan luas 2,8 km dari utara ke selatan dengan 1 km dari timur ke barat. Ada sebuah taman alam, di mana satwa liar hidup di Kirara-hama yang dilindungi. Jutaan burung liar mengunjungi Kirara-hama setiap tahun. Selain itu, tempat Jambore dilengkapi dengan pasokan air dan sistem pembuangan, serta gedung olahraga dan kolam renang yang dapat digunakan untuk program. Penyelenggaraan Jambore akan membuat beban lingkungan dan ekonomi minimal. Akses ke tempat tersebut mudah oleh sistem transportasi kecepatan tinggi seperti pesawat terbang dan kereta peluru Shinkansen .
Tempatnya terletak 30 menit dari Stasiun Shin-Yamaguchi di jalur JR Shinkansen, yang mampu membawa sejumlah besar penumpang. Dalam radius 2 jam dari tempat, empat bandara internasional melayani, seperti Bandar Udara Internasional Fukuoka dan Bandar Udara Internasional Kansai yang terletak di sebelah barat dan timur tempat.
Sejarah Baden Powell yang menjadi Bapak Pramuka Sedunia (Chief Scout of the World) tidak bisa dipisahkan dari sejarah kepramukaan di dunia dan di Indonesia. Selain sebagai pendiri gerakan kepramukaan sedunia, pengalaman Lord Robert Baden Powell lah yang mendasari pembinaan remaja di Inggris yang kemudian berkembang dan diadaptasi sebagai sistem pendidikan kepramukaan di seluruh dunia.
Robert Stephenson Smyth Baden Powell atau Baron Baden Powell I yang kemudian terkenal sebagai Baden Powell, BP, atau Lord Baden Powell, lahir di Paddington, London pada 22 Februari 185. Nama kecilnya Robert Stephenson Smyth Powell. Powell merupakan nama keluarga dari ayahnya, Baden Powell yang merupakan seorang pendeta dan dosen Geometri di Universitas Oxford. Sedangkan Smyth diambil dari nama ibunya, Henrietta Grace Smyth. Ayah Stephenson (Baden Powell) meninggal dunia saat Stephenson masih berusia 3 tahun.
Karena ditinggal mati oleh ayahnya sejak kecil, Robert Stephenson mendapatkan pendidikan watak dan aneka keterampilan dari ibu kakak-kakaknya. Peran ibu bagi Baden Powell bahkan pernah diungkap langsung oleh beliau dengan kalimat, “Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya.”
Sejak kecil Baden Powell dikenal anak yang cerdas, gembira, dan lucu sehingga banyak disukai oleh teman-temannya. Di samping itu Baden Powell pun pandai bermain musik (piano dan biola), teater, berenang, berlayar, berkemah, mengarang, dan menggambar.
Setamat sekolah di Rose Hill School, Tunbridge Wells, Robert Stephenson (Baden Powel) mendapat beasiswa untuk sekolah di Charterhouse. Dan setelah dewasa, Baden Powell bergabung dalam ketentaraan Inggris. Beliau sering ditugaskan di luar Inggris seperti bergabung dengan 13th Hussars di India (1876), dinas khusus di Afrika (1895), memimpin Pasukan Dragoon V (1897), pemimpin resimen di Zulu Afrika Selatan (1880), Kepala Staf di Rhodesia Selatan (sekarang dikenal Zimbabwe) tahun 1896, memimpin The Mafeking Cadet Corps di Mafeking, Afrika Selatan (1899-1900).
Selama menjadi tentara, banyak hal yang dialaminya. Pengalaman itu diantaranya:
Sejak kecil Baden Powell dikenal anak yang cerdas, gembira, dan lucu sehingga banyak disukai oleh teman-temannya. Di samping itu Baden Powell pun pandai bermain musik (piano dan biola), teater, berenang, berlayar, berkemah, mengarang, dan menggambar.
![]() |
| Baden Powell |
Setamat sekolah di Rose Hill School, Tunbridge Wells, Robert Stephenson (Baden Powel) mendapat beasiswa untuk sekolah di Charterhouse. Dan setelah dewasa, Baden Powell bergabung dalam ketentaraan Inggris. Beliau sering ditugaskan di luar Inggris seperti bergabung dengan 13th Hussars di India (1876), dinas khusus di Afrika (1895), memimpin Pasukan Dragoon V (1897), pemimpin resimen di Zulu Afrika Selatan (1880), Kepala Staf di Rhodesia Selatan (sekarang dikenal Zimbabwe) tahun 1896, memimpin The Mafeking Cadet Corps di Mafeking, Afrika Selatan (1899-1900).
Selama menjadi tentara, banyak hal yang dialaminya. Pengalaman itu diantaranya:
- Saat menjadi pembantu Letnan pada 13th Hussars yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang di puncak gunung serta melatih panca indera kepada Kimball O’Hara.
- Bersama The Mafeking Cadet Corp, mempertahankan kota Mafeking, Afrika Selatan, meskipun dikepung bangsa Boer selama 127 hari dalam kondisi kekurangan makan. Padahal The Mafeking Cadet Corp hanyalah pasukan pembawa pesan yang tidak berpengalaman menghadapi musuh.
- Mengadakan latihan bersama dan bertukar kemampuan survival dengan Raja Dinizulu di Afrika Selatan.
Berbagai pengalaman tersebut ditulis dalam buku berjudul 'Aids to Scouting' pada tahun 1899. Buku ini sebenarnya merupakan panduan bagi tentara muda Inggris dalam melaksanakan tugas penyelidik. Buku ini kemudian terjual laris di Inggris. Bahkan tidak hanya dibaca oleh para tentara saja tetapi digunakan juga oleh para guru dan organisasi pemuda.
![]() |
| Baden Powell bersama pramuka |
Melihat banyaknya pengguna buku 'Aids to Scouting', dan atas saran William Alexander Smith (Pendiri Boys Brigade; salah satu Organisasi Kepemudaan di Inggris) Baden Powell berniat menulis ulang buku tersebut untuk menyesuaikan dengan pembaca remaja yang bukan dari ketentaraan. Untuk menguji ide-ide barunya, pada 25 Juli - 2 Agustus 1907 Baden Powell menyelenggarakan perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda. Hingga pada tahun 1908 terbitlah buku 'Scouting for Boys' yang kemudian menjadi acuan kepramukaan di seluruh dunia.
Tahun 1910, atas saran Raja Edward VII, Baden Powell memutuskan pensiun dari ketentaraan dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal untuk fokus pada pengembangan pendidikan kepramukaan.
Pada Januari 1912 Baden Powell bertemu dengan Olave St Clair Soames saat di atas kapal dalam lawatan kepramukaan ke New York. Mereka kemudian menikah pada tanggal 31 Oktober 1912. Mereka tinggal di Hampshire, Inggris dan dianugerahi 3 orang anak (satu laki-laki dan dua perempuan), yaitu: Arthur Robert Peter (Baron Baden-Powell II), Heather Grace (Heather Baden-Powell), dan Betty Clay (Betty Baden-Powell).
![]() |
| Baden Powell bersama istrinya, Olave Soames |
Tahun 1930-an Baden Powel mulai sakit-sakitan. Pada tahun 1939 Baden-Powell dan Olave memutuskan pindah dan tinggal di Nyeri, Kenya. Hingga pada tanggal 8 Januari 1941 Baden Powell meninggal dan dimakamkan di pemakaman St. Peter, Nyeri.
Semasa hidupnya Baden Powell mendapatkan berbagai gelar kehormatan, termasuk gelar Lord dari Raja George pada tahun 1929. Pun Baden Powell aktif menulis berbagai buku baik tentang kepramukaan, ketentaraan, maupun bidang lainnya. Beberapa buku tentang kepramukaan yang ditulisnya antara lain, Scouting for Boys (1908), The Handbook for the Girl Guides or How Girls Can Help to Build Up the Empire (ditulis bersama Agnes Baden-Powell; 1912), The Wolf Cub's Handbook (1916), Aids To Scoutmastership (1919), Rovering to Success (1922), Scouting Round the World (1935) dll.
Malam Pergantian Tahun: Pramuka Bantu Kelancaran Lalin Jalur Puncak Bogor, Jawa Barat
Rabu, 14 Januari 2015
Posted by Muhammad Rachman Afandi Esa
Tag :
berita
Bogor (30/12), Di pos 4 Patung Pramuka/ mesjid Ata'awun sebanyak 10 anggota Gerakan Pramuka membantu dan mengatur kelancaran kendaraan di jalan raya puncak Bogor.
Disepanjang jalan raya puncak bogor (dari persimpangan lampu merah Ciawi/Universitas Djuanda sampai jalan raya puncak/ mesjid Ata'awun) terdapat 4 pos.
4 (empat) pos tersebut antara lain pos 1 Ciawi, pos 2 Cimory/megamendung, pos 3 kantor kecamatan Cisarua dan pos 4 patung Pramuka/Mesjid Ata'awun. Sebanyak 200 anggota Gerakan Pramuka dari Kwarcab Gerakan Pramuka Kota dan Kabupaten Bogor membantu kelancaran sepanjang jalan raya puncak bogor, Jawa Barat dalam rangka malam pergantian tahun 2014 ke 2015.
Sejak dicanangkan karya bakti pramuka peduli oleh Kak Adhyaksa Dault hari senin tanggal 29 Desember 2014 pukul 16.00 wib di Universitas Djuanda, Ciawi Bogor. Mereka bertugas dari tanggal 29 Desember 2014 -1 Januari 2015.
[Humas Kwarnas]







