Posted by : Muhammad Rachman Afandi Esa
Kamis, 15 Januari 2015

Istilah pramuka hanya digunakan di Indonesia sedangkan di dunia pramuka disebut Scout. Gerakan yang juga disebutScouting atau Scout Movement ini bertujuan untuk pengembangan para pemuda secara fisik, mental, dan spiritual. Sejarah pramuka di dunia sendiri dimulai pada 25 Juli 1907 ketika Lord Robert Baden Powell saat itu sebagai Letnan Jendral tentara Inggris untuk pertama kalinya mengadakan perkemahan pramuka di pulau Brown Sea, Inggris selama 8 hari. Selanjutnya pada tahun 1908 Baden Powel menulis buku tentang prinsip dasar kepramukaan “Scouting for Boys” yang artinya pramuka untuk laki-laki.
Pada tahun 1912 dengan babtuan adik perempuan Baden Powell bernama Agnes maka terbentuklah organisasi pramuka untuk perempuan dengan sebutan “Girls Guides“. Organisasi kepramukaan perempuan ini pun dilanutkan oleh istri Baden Powell.
Selanjutnya di tahun 1916 di dirikanlah kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (anak srigala). Pedoman kegiatan yang dilakukan berdasarkan dari sebuah buku yang berjudul “The Jungle Book” karangan Rudyard Kipling.
Pada tahun 1918 Baden Powell kembali membentuk Rover Scout, yaitu organisasi pramuka bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Selang empat tahun kemudian yaitu tahun 1922 Powel menerbitkan buku menerbitkan buku ”Rovering To Succes” buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju kepantai bahagia.
Jambore Dunia
Di tahun 1920 merupakan tahun yang sangat berpengaruh dalam sejarah pramuka dimana untuk pertama kalinya di adakan Jambore di dunia. Selain itu tahun ini juga dibentuk Dewan Internasional pramuka yang beranggotakan 9 orang biro dan biro pusat di London. Biro pramuka putra dunia memiliki lima kantor wilayah yaitu Costa Rica, Mesir, Filipina, Swiss, dan Nigeria. Sedangkan untuk putri memiliki lima kantor pusat sekretariat di London dan biro kantor wilayah di Amerika Latin, Arab, Asia Pasifik, dan Eropa.
Jambore Dunia ke-I di laksanakan di Olympia Hall, London. Dalam kegiatan tersebut diundang pula peserta dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World ).
Pelaksanaan Jambore dunia selanjutnya:
No.
|
Ke
|
Tahun
|
Negara
|
1.
|
I
|
1920
|
Inggris
|
2.
|
II
|
1924
|
Denmark
|
3.
|
III
|
1929
|
Inggris
|
4.
|
IV
|
1933
|
Hungaria
|
5.
|
V
|
1937
|
Belanda
|
6.
|
VI
|
1947
|
Perancis
|
7.
|
VII
|
1951
|
Austria
|
8.
|
VIII
|
1955
|
Kanada
|
9.
|
IX
|
1957
|
Inggris
|
10.
|
X
|
1959
|
Pilipina
|
11.
|
XI
|
1963
|
Yunani
|
12.
|
XII
|
1967
|
Amerika Serikat
|
13.
|
XIII
|
1971
|
Jepang
|
14.
|
XIV
|
1975
|
Norwegia
|
15.
|
XV
|
1979
|
Iran (dibatalkan)
|
16.
|
XVI
|
1983
|
Kanada
|
17.
|
XVII
|
1986
|
Australia
|
18.
|
XVIII
|
1991
|
Korea Selatan
|
19.
|
XIX
|
1995
|
Belanda
|
20.
|
XX
|
1999
|
Chili
|
21.
|
XXI
|
2003
|
Tahiland
|
22.
|
XXII
|
2009
|
Inggris
|
Jambore Pramuka Dunia ke-23 (第23回世界スカウトジャンボリー dai-nijūsan-kai sekai sukauto jamborii?) akan berlangsung di Kirara-hama, Yamaguchi, Jepang pada tahun 2015. Bertema 和 Wa: A Spirit of Unity. Huruf kanji 和, yang berarti harmoni, kesatuan atau kebersamaan, juga merupakan bagian dari tema. Wa juga merupakan nama awal untuk Jepang .
Jepang dan Singapura menawarkan untuk menjadi tuan rumah. Acara ini bertepatan dengan peringatan 70 tahun bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Amerika Serikat, yang ditulis dalam situs Jambore. Peringatan ini akan dilaksanakan.
Tempat Jambore berada di tanah datar dengan luas 2,8 km dari utara ke selatan dengan 1 km dari timur ke barat. Ada sebuah taman alam, di mana satwa liar hidup di Kirara-hama yang dilindungi. Jutaan burung liar mengunjungi Kirara-hama setiap tahun. Selain itu, tempat Jambore dilengkapi dengan pasokan air dan sistem pembuangan, serta gedung olahraga dan kolam renang yang dapat digunakan untuk program. Penyelenggaraan Jambore akan membuat beban lingkungan dan ekonomi minimal. Akses ke tempat tersebut mudah oleh sistem transportasi kecepatan tinggi seperti pesawat terbang dan kereta peluru Shinkansen .
Tempatnya terletak 30 menit dari Stasiun Shin-Yamaguchi di jalur JR Shinkansen, yang mampu membawa sejumlah besar penumpang. Dalam radius 2 jam dari tempat, empat bandara internasional melayani, seperti Bandar Udara Internasional Fukuoka dan Bandar Udara Internasional Kansai yang terletak di sebelah barat dan timur tempat.
